10 Pemain Sepakbola Yang Banyak Orang Tidak Tahu

Jagad sepakbola dunia kerap diwarnai oleh nama-nama tenar yang hampir setiap hari disebutkan dalam pemberitaan media. Dan bukan hanya dari pemberitaan media, karena nama-nama terkenal itu pun merasuk langsung dalam budaya populer mulai dari fashion dengan beredarnya beragam jersey dengan nama di punggung, sampai pada game-game yang bisa dimainkan banyak orang.

Namun bagaimana dengan nama-nama para pemain bola lainnya? Kita tentu tak menutup mata pada para pemain lain yang sebetulnya masih berkarir di sepakbola tetapi banyak orang yang tak tahu. Cukup ironis padahal mereka sempat nyaris merebut perhatian publik sampai akhirnya nasib berkata lain.

Banyak pemain berbakat di dunia ini yang sampai sekarang nama-namanya ternyata kian terlupakan oleh banyak orang, dan bahkan malah tak diketahui. Siapa sajakah mereka? Di bahwa ini ada 10 nama yang perlu diketahui.

10-Pemain-Sepakbola-Yang-Banyak-Orang-Tidak-Tahu

Marko Marin

Musim 2009/2012, ia tampil mencuri perhatian semasa bermain untuk Werder Bremen. Waktu itu ia bahkan menyandang predikat sebagai Lionel Messi-nya Jerman. Tapi apa yang terjadi? Ia memutuskan pindah ke Chelsea. Di klub barunya itu, nasibnya justru tak jelas. Cuma mencicipi musim pertama dan setelah itu dipinjamkan ke beberapa klub mulai dari Sevilla, Fiorentina, Anderlecht, dan Trabzonspor. Terakhir ia akhirnya berlabuh untuk Olympiakos.

Diego Forlan

Namanya sempat digadang-gadang saat memulai karir di MU periode 2002/2003. Tetapi hasilnya kurang dari yang diharapkan hingga ia akhirnya pindah ke Villareal berlanjut ke Atletico Madrid. Masih belum bersinar, ia diputuskan pindah ke Inter Milan. Setelah itu malah makin tidak jelas lagi. Di klub Serie A Italia itu, ia cuma bisa bertahan selama dua tahun dan berakhir di Cerezo Osaka.

Ludovic Gioly

Di Barcelona, ia merupakan salah satu pemain andalan di samping Eto’o dan Ronaldinho. Ia dikenali dari postur tubuhnya yang tidak begitu besar namun punya kecepatan dan akselerasi tinggi. Musim 2005/2006 adalah masa kejayaannya ketika Barcelona berhasil merebut gelar juara liga dan Champions.

Setelah itu, ia pindah ke beberapa klub seperti AS Roma, PSG, AS Monaco, dan Lorient. Pamornya semakin turun dan pensiun pada tahun 2013. Meski sudah pensiun, ia ternyata pernah memutuskan kembali bermain untuk klub lamanya, Monts d’Or Azerguers Foot.

Ryan Babel

Tahun 2007 adalah masa kejayaan dari Ryan Babel. Tetapi di masa itulah kehadiran media sosial begitu berpengaruh pada perilaku sebagian pesohor termasuk dirinya. Ia seringkali iseng mengedit foto dan memostingnya di akun pribadinya. Perilaku semacam itu sempat menuai kecaman dan sindiran dari publik. Setelah tidak bermain di Liverpool, karir Babel semakin suram. Ia seolah-olah tak terlihat lagi dari radar sepakbola dunia. Padahal ia masih sempat bermain untuk beberapa klub termasuk rumah lamanya yaitu Ajax.

Diego Ribas

Menjadi salah satu pemain playmaker penting di FC Porto. Jebolan dari Santos ini mengukir prestasinya di klub tersebut. Meski sempat gagal di Juventus dan VfL Wolfsburg, ia tetap tak menyerah dan malah menunjukkan prestasinya bersama Atletico Madrid. Perannya pun dibutuhkan di tim nasional Brasil. Namun barangkali hanya persoalan nasib saja kalau sudah soal ketenaran. Ia mengakhiri karirnya dengan pulang ke Brasil dan bermain untuk Flamengo.

Pemain-Yang-Terlupakan-Oleh-Para-Fans

Eric Djemba-Djemba

Barangkali namanya tidak terlupakan begitu saja. Apalagi karena bermain untuk liga di Indonesia. Namun kalau ada sampai pemain kelas dunia yang akhirnya bermain di sini, tentu ada pertanyaan besar di situ. Padahal ia dulu merupakan pemain bintang di MU. Sejak tahun 2005, ia sering gonta-ganti klub, mulai dari Qatar, Denmark, Israel, India, dan terakhir di sini. Nasibnya yang tragis barangkali menyebabkan namanya dilupakan sebagian besar orang di Eropa atau negara lain.

Florent Malouda

Pemain yang pernah berkarir di Chelsea ini mengakhiri masa kejayaannya dengan berkarir di Liga Super India. Tepatnya di sebuah klub bernama Delhi Dynamos. Pernah juga membela tim nasional Perancis dan merebut perhatian publik saat momen Piala Dunia dan Piala Eropa. Tetapi bagi sebagian publik, setelah itu ia dianggap pensiun.

Semasa di Chelsea, Malouda menikmati kesuksesan dengan berbagai gelar yang diperoleh. Pencapaiannya bersama klub London itu tercatat dalam ajang Liga Utama Inggris, Piala FA, dan Champions.

Joe Cole

Banyak orang yang masih ingat dengan Joe Cole, tapi banyak lagi yang akhirnya melupakannya. Atau bahkan generasi sekarang tak banyak yang tahu dengan namanya. Ia dulunya merupakan salah satu pemain terbaik di Liverpool. Seperti itulah bentuk pujian yang pernah disampaikan oleh mantan kapten The Reds, Steven Gerrard. Tapi baru mengawali debutnya, ia justru bikin masalah dan mendapat ganjaran kartu merah. Sebelumnya, ia bermain untuk Chelsea dengan catatan prestasi luar biasa dari perolehan gelar liga dan FA.

Sesudah itu, tak banyak yang tahu bagaimana kelanjutan nasibnya. Tetapi kabar yang muncul memberitakan bahwa ia berkarir untuk sebuah klub kecil di Amerika Serikat. Itu pun sebuah klub untuk Divisi Dua. Sebuah akhir yang mungkin tak begitu menggembirakan bagi para penggemarnya di masa lalu. Tapi bisa jadi ia malah menikmati masa-masa akhirnya di sana karena punya modal nama besar semasa di Liga Utama Inggris.

Samuel Eto’o

Ia adalah pemain yang sangat terkenal. Ya. Tapi kalau kita membicarakannya mulai dari titik sekarang, tidak banyak orang yang tahu bagaimana reputasi dan pengalamannya di masa lalu. Mengawali karirnya di Real Madrid, dan hijrah ke rival abadinya Barcelona dan menuai prestasi besar di sana. Pindah ke Inter Milan, karirnya masih sangat cemerlang. Tapi apa yang terjadi? Ia malah memutuskan pindah ke sebuah klub bernama Anzhi Makhachkala. Tahu bahwa di situ bukanlah tempatnya, ia kembali ke Eropa untuk Chelsea dan Everton. Setahun kemudian pindah lagi ke Sampdoria. Tapi roda nasib sudah berputar jauh, dan ia akhirnya bermain untuk sebuah klub Turki. Nama Eto’o akhirnya memudar dan tak banyak lagi orang yang membicarakan tentang dirinya.

Elano

Elano pun menjadi contoh lain bahwa nasib bisa berubah begitu cepat jika tak memanfaatkan momen dengan tepat. Sewaktu bergabung dengan Manchester City, Elano menanjak karirnya. Tetapi kebijakan klub waktu itu memaksanya untuk pindah ke Turki. Dilanjutkan dengan kepindahannya ke Brasil, dan terakhir di Asia yaitu sebuah klub India. Waktu itu banyak yang memperkirakan bahwa karirnya sudah habis. Kurang tepat juga karena masih terselamatkan berkat tawaran dari klub awalnya, Santos. Meski demikian, nama Elano pun kian terlupakan karena sudah tak menempati panggung utama dalam jagad sepakbola dunia.

Banyak orang yang tak tahu dan begitu juga yang sebenarnya perlahan melupakan mereka. Itulah dunia sepakbola dengan bertebarannya para pemain bintang yang roda nasibnya berputar sendiri tanpa pernah bisa ditebak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *